rahmad jazuli Seorang Yang Senang Mengoptimasi Seo Blogger Dan Wordpress Sejak 2016, suka dengan berbagai bidang Dunia IT. Terimakasih Sudah Membaca Artikel Di website ini.

Viral Presiden Tunisia Setiap Laki-laki Wajib Menikah 2 Kali, Ini Fakta yang Sebenarnya!

1 min read

Viral Presiden Tunisia Setiap Laki-laki Wajib Menikah 2 Kali
Viral Presiden Tunisia Setiap Laki-laki Wajib Menikah 2 Kali

Viral Presiden Tunisia Setiap Laki-laki Wajib Menikah 2 Kali – Beredar surat keputusan Presiden Tunusia tentang kebijakan kewjiban bagi setiap laki-laki untuk poligami.

Lembaran surat keputusan Presiden Tunusia itu berisi 5 poin dan kini menjadi perbincangan mayarakat di media sosial baik Facebook maupun WhatsApp.

Lembaran suarat keputusan Presiden Tunusia tentang kewajiban poligami tampak meyakinkan karena bertulisakan huruf Arab dan terdapat stempel tanda tangan sang Presiden Tunisia.

elain itu, surat ini juga semakin menarik karena direkatkan dengan foto-foto wanita Tunisia yang cantik yang nampaknya bergembira dipoligami.

Ada 5 poin yang termuat di dalam surat keputusan Presiden Tunisia itu.

Keputusan Presiden Tunisia tentang Ta’adud:

  1. Setiap laki-laki wajib menikah minimal 2 istri atau lebih
  2. Negara Tunisia menanggung biaya pernikahan kedua
  3. Biaya hidup istri ke 2,3 dan 4 di tanggung negara
  4. Laki-laki yang menolak keputusan ini dikehakan hukuman penjara minimal 2 tahun
  5. Wanita yang berusaha melarang suaminya menikah lagi dikenakan hukuman penjara minimal 1 tahun

Kebenaran surat keputusan Presiden Tunusia itu pun dipertanyakan kebenarannya.

Pertanyaan ini juga muncul di fanpage Indonesian Hoaxes Community.

Di komunitas itu ada netizen yang bertanya, pada 19 Januari 2019, soal kebenaran berita tersebut.

Baiq Wiwik, pengguna Facebbok, ikut mempertanyakan kebenaran informasi kebijakan poligami itu.

Menurutnya, kebijakan poligami di Tunisia sudah dihapus sejak 1956.

Fakta Poligami di Tunusia

Beredarnya surat keputusan Presiden Tunisia banyak indikasi palsu alias hoax.

Mengutip dari wikipedia.org, kebijakan poligami di Tunisia secara resmi sudah dihapus sejak tahun 1956.

Dan kebijakan penghapusan poligami itu belum dicabut hingga kini.

Tunisia menjadi negara Arab pertama yang menghapus poligami dari konstitusi negara, pada saat itu kekuasaan sedang dijabat Presiden Habib Bourguiba.

Bagi para laki-laki yang melakukan poligami wajib memberikan uang bulanan kepada istri yang dipoligami.

Jadi, apakah betul negara akan membiayai kebutuhan istri kedua dan seterusnya?

Setelah ada kebangkitan dunia Arab yang kemudian dikenal sebagai Arab Srping, masyarakat Tunisia sedang memperjuangkan kesetaraan gender.

rahmad jazuli Seorang Yang Senang Mengoptimasi Seo Blogger Dan Wordpress Sejak 2016, suka dengan berbagai bidang Dunia IT. Terimakasih Sudah Membaca Artikel Di website ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *