Sumber Kekecewan Terbesarmu Berasal Dari Seseorang Yang Kamu Anggap Spesial

itseenews.com – harapan ? sejenak kita akan berfikir bagaimana harapan kita kedepanya ?, setiap orang memiliki harapanya masing-masing berharap bisa bisa kaya raya dan memiliki banyak kebun, hubungan percintaan dan karirnya. memiliki harapan tidak lah salah, lalu kenapa dari harapan bisa mendatangkan kekecewaan ?

Sumber Kekecewan Terbesarmu Berasal Dari Seseorang Yang Kamu Anggap Spesial

sahabat itseenews, mungkin sebagian dari anda menaruh harapan pada seseorang, harapan yang berlebihan lah yang pada akhirnya yang membuat kekecewaan. Karena tidak setiap harapan yang kita kehendaki akan menjadi kenyataan.

Boleh saja memiliki harapan setinggi apapun. Tapi kamu harus siap menerima kenyataan. yang kita anggap spesial selama ini belum tentu menganggapmu istimewa, jadi berdamailah dengan dirimu sendiri dan tetap tenang agar semua bisa kamu lalui.

Mengejar dan Mengejar ?

“mengejar ?” sebuah kata yang cukup sering terlintas dalam diri kita, kekecewaan bisa saja terjadi karena kamu terlalu mengejar ngejar keinginan yang harus seuai dengan diri kita.

mengejar sesuatu boleh saja tetapi kamu juga harus ingat satu hal, ketika kita terlalu mengejar sesuatu dan kita berharap lebih dengan itu akan tidak baik untuk kesehatan mental dan diri kita.

Menghargai Diri sendiri

Satu hal yang sederhana yang sering diajarkan adalah bahwa tidak mungkin kita bisa mengubah orang lain atau dunia sebelum kita bisa mengubah diri sendiri.

Omong kosong bahwa setiap orang akan bisa menjadi seperti apa yang kita harapkan. Ini egois. Yang bisa kita lakukan adalah mengubah sudut pandang dalam hal ini. Setiap orang memiliki pilihan hidup dan sudut pandangnya.

Pilihan yang indah daripada harus mengalami kekecewaan yang terus-menerus, lebih baik standar harapan itu ditujukan kepada diri sendiri. Kita yang berusaha untuk mengubah sikap atau sudut pandang kita bukan menuntut kepada orang lain sesuai yang kita harapkan.

Menuntut Orang Lain Menjadi Baik Dibandingan Pada Diri Sendiri

Sudah menjadi hal yang wajar, bahwa kita memiliki sifat yang lebih untuk menuntut orang lain menjadi lebih baik sesuai keinginan kita. Kita begitu egois dan mau memang sendiri.

Orang lain yang harus berubah tanpa mau sejenak melihat bahwa kita sendiri belum juga berubah.

Baiklah, bila ada yang menolak disebut demikian. Anggap saja ini cerminan saya sendiri. Sebagai suami saya selalu mempertanyakan.

Mengapa istri saya seperti itu? Padahal saya maunya ia seperti ini. Tanpa mau tahu, ternyata istri juga memiliki alur pemikiran atau pertanyaan yang sama.Yang terjadi adalah saling kecewa.

Demikian halnya dengan harapan untuk dihargai dan dihormati. Daripada kita mengharap, apalagi sampai mengemis kepada orang lain.Kenapa tidak dimulai dengan memberikan rasa hormat dan penghargaan kepada diri sendiri dan berharap yang sewajarnya ?

Berharaplah Kepada Allah saja, berharap kepada manusia Dapat Kecewanya.

Tinggalkan komentar