rahmad jazuli Seorang Yang Senang Mengoptimasi Seo Blogger Dan Wordpress Sejak 2016, suka dengan berbagai bidang Dunia IT. Terimakasih Sudah Membaca Artikel Di website ini.

SUBHANALLAH!! Beda Agama, Ayah ini Tetap Biayai Anak Belajar ISLAM Pesantren DI PAPUA

1 min read

Beda Agama, Ayah ini Tetap Biayai Anak Belajar ISLAM Pesantren DI PAPUA

Beda Agama, Ayah ini Tetap Biayai Anak Belajar ISLAM Pesantren DI PAPUA – Kisah ini sekaligus menunjukkan betapa perbedaan suatu agama tidak menjadi sebuah sekat dalam keluarga.

Beda Agama, Ayah ini Tetap Biayai Anak Belajar ISLAM Pesantren DI PAPUA
Beda Agama, Ayah ini Tetap Biayai Anak Belajar ISLAM Pesantren DI PAPUA

Perbedaan agama serta keyakinan sering sekali jadi perbincangan peka yang tidak kunjung ada habisnya. Seringkali ketidaksamaan itu hingga menyebabkan bentrok bahkan juga menyebabkan korban nyawa melayang.

Tetapi cerita keselarasan cinta serta kasih sayang seseorang bapak dari Papua ini, harusnya dapat menyanggah kalau ketidaksamaan agama serta keyakinan yaitu penyebab perbincangan serta perseteruan antar penganutnya. Lantaran oleh agama apa pun, perpecahan serta perkelahian memanglah tak pernah dibenarkan.

Cerita ini dikisahkan oleh Abdul Wahab, salah seseorang pemuda yang sekarang ini tengah melakukan dedikasi di Papua, sebagai salah seseorang pengajar agama. Ia bercerita ditempat tinggalnya sekarang ini. Ada satu potret keselarasan yang mengagumkan, pada orang-tua serta anak yang tidak sama agama serta kepercayaan.

Anak kecil itu adalah Rudi, seseorang bocah kecil yang pilih untuk memeluk agama Islam, walau sebenarnya bapak Rudi adalah umat beragama Kristen. Meski tidak sama kepercayaan, bapak Rudi tidak mempersoalkannya, ia tetaplah
menyayangi anaknya seperti harusnya seseorang bapak menyayangi anakny

” Walau beda agama keselarasan anak serta orang-tua di Papua ini tak sedikitpun menyebabkan satu permasalahan dalam kehidupan satu hari, ” tutur Wahab bercerita cerita tersebut di account sosial medianya, seperti diambil brilio. net

Tidak cuma diijinkan memeluk agama yang berbeda dengan ayahnya, bahkan juga Rudi juga diizinkan oleh ayahnya untuk menimba pengetahuan agama Islam di Pondok Pesantren Al Payage, satu diantara pondok pesantren di tanah Papua.

Sudah pasti potret seperti ini terang menohok beberapa orang yang senantiasa menebar fitnah serta perpecahan atas nama agama. Cerita ini sekalian tunjukkan begitu ketidaksamaan satu agama tak jadi satu sekat dalam keluarga.

” Rudi yang sehari-hari mengaji, mendengar petuah gurunya Saiful Islam di pondok serta ia juga tahu benar utamanya akhlak pada orang-tua walau tidak sama Agama, ” tambah Wahab sebagai salah seseorang pengajar di pondok Payage itu.

Dari cerita ini, semestinya manusia belajar kalau telah sepatutnya seorang menjunjung tinggi rasa kemanusiaan serta persaudaraan yang lebih mendalam serta lebih mendasar dibanding kebutuhan apa pun. Sebab rasa kemanusiaan harusnya tak dibatasi oleh pakaian luar serta sekat-sekat primordial seperti agama, suku, ras, bahaas, type, kelamin, dsb.

Jangan lupa bagikan

Sumber : brilio.net

rahmad jazuli Seorang Yang Senang Mengoptimasi Seo Blogger Dan Wordpress Sejak 2016, suka dengan berbagai bidang Dunia IT. Terimakasih Sudah Membaca Artikel Di website ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *