rahmad jazuli Seorang Yang Senang Mengoptimasi Seo Blogger Dan Wordpress Sejak 2016, suka dengan berbagai bidang Dunia IT. Terimakasih Sudah Membaca Artikel Di website ini.

Rindu dengan Mendiang Ayahnya, Sang Anak Sampai Mengorek Makam Herman Seventeen

1 min read

Anak Sampai Mengorek Makam Herman Seventeen
Anak Sampai Mengorek Makam Herman Seventeen
Anak Sampai Mengorek Makam Herman Seventeen

Rindu dengan Mendiang Ayahnya, Sang Anak Sampai Mengorek Makam Herman Seventeen – Hisyam, putra Herman Seventeen mengorek makam ayahnya yang telah menjadi korban meninggal tsunami Banten 22 Desember 2018 lalu.

Hisyam, putra Herman Seventeen mengorek makam ayahnya karena saking rindunya dengan mendiang yang sudah sebulan lebih tak bertemu.

Cerita tentang Hisyam, putra Herman Seventeen mengorek makam ayahnya ini dikisahkan oleh istri mendiang yakni Juliana Moechtar.

Gitaris band Seventeen ini meninggalkan dua orang putra yakni Hafuza Dhamiri Herman dan Hisyam Quraisy Herman.

Genap 40 hari kepergian Herman Sikumbang, Juliana Moechtar dan keluarga memanjatkan doa untuk mendiang.

Juliana terlihat menitikkan air mata tak kuasa menahan kesedihan ditinggal oleh sang suami tercinta.

Rindu dengan Mendiang Ayahnya
Rindu dengan Mendiang Ayahnya

Setelah memanjatkan doa, mereka pun mengadakan ritual mandi di atas pusara untuk putra Herman Seventeen.

Menurut sang ibunda dan kakeknya, anak-anak tak bisa melupakan sosok ayahnya terutama Fuza, putra sulung Herman Sikumbang.

Ritual mandi di atas pusara ini merupakan adat Tidore agar keluarga almarhum dapat melupakan kerinduan dan kesedihannya kepada orang yang sudah meninggal dunia.

Usai mendoakan almarhum, tibalah prosesi memandikan putra Herman Seventeen di atas makam.

Fuza pun terlihat berdiri di atas makam sang ayah dan disiram dengan sebaskom air.

Rindu dengan Mendiang Ayahnya, Sang Anak Sampai Mengorek Makam Herman Seventeen
Rindu dengan Mendiang Ayahnya, Sang Anak Sampai Mengorek Makam Herman Seventeen

Setelah dimandikan diharapkan anak-anak tidak terlalu mengingat sosok almarhum.

Hal ini seperti disampaikan oleh Juliana dalam wawancaranya dengan Selebrita Pagi di Trans7 Official.

“Jadi tadi dimandiin itu sebenarnya Fuza kan selalu keinget sama almarhum, jadi setiap pagi bangun pasti yang ditanyain papanya. Jadi dimandiin biar hatinya agak tenang,” ujar Juliana seperti dikutip Grid.ID dari Youtube Trans7 Official (7/2/2019).

Hal serupa juga disampaikan oleh ayah Herman Sikumbang, Syahril Sikumbang yang mengungkapkan bahwa cucunya dimandikan karena sudah sangat parah kerinduannya dengan ayahnya.

“Biasa itu adat di Tidore sini. Jadi Fuza itu kan terlalu dekat dengan papanya ini, dia selalu mimpikan papa. Ada cerita Uli (Juliana) waktu dia salat, Fuza ikut salat, mama-mama ada papa ini dia peluk ini. Ya itu yang mamanya menangis itu,” jelas Syahril menceritakan kerinduan cucunya kepada sang ayah.

Tak berbeda jauh dengan anak pertama, anak kedua pun juga sangat merindukan kehadiran ayahnya.

Ya, Hisyam sampai lari ke makam sendiri untuk mencari ayahnya.

Hisyam pun sampai mengorek-ngorek tanah makam untuk mencari sosok ayahnya.

“Kayak tadi tuh gak sengaja anak kedua tiba-tiba ke makam, dia ngomong di makam sendiri, Hisyam, dia ngorek-ngorek tanah, dia bilang kok Hisyam udah ngorek tanah gak ada papa ya di dalem, dia ngomong gitu, dan dia sendiri, itu ada yang ngeliatin dari jauh,” ungkap Uli tak kuasa membendung air mata.

Lokasi makam Herman memang tidak jauh dengan rumah ayah mendiang dan membuat anak-anak leluasa mendatangi makam ayahnya.

“Alhamdulilahnya makam gak begitu jauh dari rumah. Tadi aja saya gak tahu dia langsung lari ke sana, itu kan berarti rasa kangen dia ya, rasa pengen ketemu, gitu,” jelas Juliana Moechtar.

rahmad jazuli Seorang Yang Senang Mengoptimasi Seo Blogger Dan Wordpress Sejak 2016, suka dengan berbagai bidang Dunia IT. Terimakasih Sudah Membaca Artikel Di website ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *