Jika Belum Ada Kepastian, Jangan Mencintai Terlalu Dalam

1 min read

Jangan banyak berharap dengannya

itseenews.comJika Belum Ada Kepastian Jangan Mencintai Terlalu Dalam. Banyak cara untuk mencintai pasangan dan banyak pula alasan untuk mempertimbangkan perasaan.

Jika Belum Ada Kepastian, Jangan Mencintai Terlalu Dalam

Ketika seseorang telah mencintai pasangannya begitu dalam, tentu kepercayaan menjadi alasan untuk terus berharap dan berangan.

Tapi, alangkah baiknya ketika kamu bisa memilah dan memilih, sejauh mana kamu harus mencintai pasanganmu. Saat dia belum bisa memberikan kepastian, berhentilah untuk berangan lebih tinggi dengannya.

Toh, itu hanya akan memberikanmu rasa yang tak pernah kamu harapkan sebelumnya.Ketika sudah jatuh cinta, sulit untuk menarik kembali perasaan itu.

Saat kamu sudah rela memberikan hatimu untuk seseorang, tak mudah untuk mengembalikan semua seperti sedia kala. Tapi sebaiknya jangan mencintai seseorang terlalu dalam bila belum ada kepastian.

Ketika kamu belum tahu apakah dia punya rasa yang sama denganmu, sebaiknya jangan dulu berharap terlalu banyak. Jika kamu belum tahu kepastian perasaannya padamu, tak perlu mengkhayal berlebihan. Bukannya apa-apa, terkadang mencintai terlalu dalam saat belum ada kepastian itu bisa berakhir luka.

Jangan banyak berharap dengannya

Jangan banyak berharap dengannya

Mencintainya tanpa pamrih memang tak salah. Tapi yang keliru adalah ketika kamu telah menaruh semua cintamu padanya dan kamu berharap lebih dari yang telah kamu berikan. Sementara itu, tanpa kamu sadari, kamu telah memberikan segala yang kamu punya; entah itu hati atau waktu.

Sesaat setelah kamu tahu bahwa dia bukanlah yang terbaik untukmu, semua usaha dan upaya yang telah kamu berikan padanya hanya berakhir sia-sia. Belajarlah untuk bisa mengatur hati, agar tak melukai dirimu sendiri. Paling tidak, tunggu sampai dia memberi kepastian, kapan akan menikahi.

Jalani hubungan sewajarnya saja

Kita tak ada yang pernah tahu, siapa jodoh kita sebenarnya, kapan dia akan datang, dan kapan dia akan meninggalkan. Tapi, dengan kamu menutup hati untuk siapapun, dan lebih menaruh harapan besar kepada pasanganmu, itu berarti kamu telah ‘menolak’ semua peluang yang ada.

Ketika akhirnya kamu tahu bahwa pasanganmu saat ini bukanlah orang yang bisa kamu andalkan, cuma kecewa yang akan kamu dapatkan. Sesal? Sudah pasti, sesal yang begitu besar.

Bersabar dan menunggu untuk tahu kepastiannya

Bersabar dan menunggu untuk tahu kepastiannya

Kalau dia memang cinta sejatimu, apapun caranya dia pasti akan kembali. Mungkin saat ini kamu harus lebih dulu bersabar dan menunggu untuk tahu kepastiannya suatu saat nanti.

Jika kamu yakin mencintainya, tetap kendalikan diri dan perasaanmu. Berjodoh atau tidak dengannya, waktu yang tepat akan jadi jawabannya.

Kendalikan perasaanmu

Mungkin takdir telah mempertemukanmu dengannya. Di luar kuasamu, kamu merasakan perasaan yang berbeda kepadanya. Jika perasaanmu berbalas, dia mungkin memang benar jodoh dan cinta sejatimu.

Tapi kalau kamu belum tahu pasti akan perasaannya, tetap kendalikan perasaanmu. Daripada nanti sudah terlalu berharap tapi nyatanya dia tak membalas perasaanmu, bisa-bisa hanya kecewa yang akan kamu rasa.

Ingat, dia bukanlah prioritas selama masih belum ada kepastian

Ingat, dia bukanlah prioritas selama masih belum ada kepastian

Satu hal yang harus kamu ingat dalam menjalin hubungan dengan pasanganmu yang belum memberikan kepastian adalah, dia bukanlah seorang yang harus kamu utamakan. Dia bukan prioritasmu saat ini.

Karena sesungguhnya membahagiakan orangtua adalah sebuah kewajiban. Kenapa kamu tak belajar dulu untuk menjadi anak yang berbakti, sebelum akhirnya kamu akan menjadi seorang ibu sekaligus istri?

Berharap pada pasanganmu saat ini tak selamanya salah dan keliru. Kamu boleh menaruh harap dan cinta pada pasanganmu, tapi ingatlah selalu batasannya.

Jangan terlalu berangan-angan, sebelum dia memberi kepastian. Baru, ketika dia sudah memberi kepastian kapan akan menikahimu, berikanlah cinta yang bertahap. berikan tanggapanmu dibawah ini ya ?