rahmad jazuli Seorang Yang Senang Mengoptimasi Seo Blogger Dan Wordpress Sejak 2016, suka dengan berbagai bidang Dunia IT. Terimakasih Sudah Membaca Artikel Di website ini.

Gempa 5,0 SR Guncang Kepulauan Mentawai Malam ini

1 min read

Gempa 5,0 SR Guncang Kepulauan Mentawai
Gempa 5,0 SR Guncang Kepulauan Mentawai
Gempa 5,0 SR Guncang Kepulauan Mentawai

Gempa 5,0 SR Guncang Kepulauan Mentawai – Setelah empat gempa beruntun terjadi, gempa kembali mengguncang Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Sabtu 92/2/2019) malam.

Dikutip dari akun twitter resmi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), @infoBMKG, gempa kelima terjadi pada pukul 20.10 WIB.

Gempa kelima ini berkekuatan 5,0 Skala Richter (SR).

Pusat gempa berada di laut, 109 km tenggara Kepulauan Mentawai dengan kedalaman 20 km.

BMKG menyatakan gempa tidak berpotensi tsunami.

ebelumnya, Kepulauan Mentawai diguncang gempa sebanyak empat kali sejak Sabtu sore.

Gempa pertama dirasakan pada pukul 16:03:10 WIB dengan magnitudo 5,3.

Gempa kedua dirasakan pada pukul 16:27:33 WIB dengan magnitudo 6.0.

Gempa ketiga terjadi pada pukul 16:58:12 WIB dengan magnitudo 5,2.

Kemudian, gempa keempat mengguncang pada pukul 17:59:28 WIB.

Penjelasan BMKG soal rentetan gempa di Kepulauan Mentawai

Dikutip Dari tribunnews Dalam keterangan tertulis yang diterima, Kepala Bidang Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini tsunami BMKG, Daryono menyatakan rentetan aktivitas gempa yang mengguncang Kepulaun Mentawai dan sekitarnya pada Sabtu merupakan jenis gempa megathrust dengan kedalaman dangkal kurang dari 20 kilometer.

Pusat gempa ini terletak di laut pada jarak 29 km arah barat daya Kota Sikakap, Pagai Utara.

Hingga pukul 18.55 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan telah terjadi aktivitas gempabumi susulan (aftershock) sebanyak 31 kali, dengan kekuatan magnitudo terbesar M=5,9.

Ada 4 aktivitas gempa yang guncangannya dirasakan oleh masyarakat yaitu megnitudo 5,3 6,1 5,3 dan 5,9.

Adapun lokasi pusat gempa yang aktif saat ini terletak di antara segmen yg belum pecah dan yang sudah pecah pada tahun 2007 dan 2010.

Daryono melanjutkan, perlu diketahui bahwa, sebelumnya di zona ini pernah terjadi gempa kuat pada 13 September 2007 dengan kekuatan M=8,5 dan M=7,9.

Selanjutnya pada 26 Oktober 2010 juga terjadi gempa dengan M=7,8.

Meskipun lokasi gempa saat ini terletak di batas diantara segmen yang belum pecah dan yang sudah pecah, tetapi tetap harus untuk diwaspadai.

Laporan warga menunjukkan beberapa rumah mengalami kerusakan ringan di Pulau Pagai Utara.

Lebih jauh, Daryono mengimbau masyarakat dihimbau untuk tetap tenang tetapi waspada.

Jika terjadi gempa kuat agar segera menjauh dari pantai.

rahmad jazuli Seorang Yang Senang Mengoptimasi Seo Blogger Dan Wordpress Sejak 2016, suka dengan berbagai bidang Dunia IT. Terimakasih Sudah Membaca Artikel Di website ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *