Cara Melihat Pemeringkatan dan Eligibilitas Siswa SNMPTN 2019

Cara Melihat Pemeringkatan dan Eligibilitas Siswa SNMPTN 2019
Cara Melihat Pemeringkatan dan Eligibilitas Siswa SNMPTN 2019

Berdasarkan jadwal, pendaftaran SNMPTN 2019 akan berlangsung hingga 14 Februari 2019.Setelahnya pengumuman SNMPTN 2019 akan dilakukan pada 23 Maret 2019 mendatang.

Tak hanya melibatkan siswa pendaftar, persyaratan SNMPTN 2019 juga harus dipenuhi pihak sekolah.

Sekolah yang siswanya berhak mengikuti SNMPTN 2019 adalah mereka yang memiliki Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN).

Setelahnya pihak sekolah diwajibkan mengisi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) di situs SNMPTN 2019.

Berikut tahapan pengisian dan verifikasi PDSS untuk pendaftaran SNMPTN 2019, seperti dikutip rahmadjazuli.com dari situs resmi SNMPTN.

Pengisian dan Verifikasi PDSS

  1. Kepala Sekolah atau yang ditugasi Kepala Sekolah mengisikan data sekolah dan siswa di PDSS harus melalui laman ini.
  2. Kepala Sekolah atau yang ditugasi Kepala Sekolah mendapatkan password yang digunakan siswa untuk melakukan verifikasi.
  3. Siswa melakukan verifikasi data rekam jejak prestasi akademik (nilai rapor) yang diisikan Kepala Sekolah atau yang ditugasi Kepala Sekolah menggunakan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) dan password.
  4. Apabila siswa tidak melakukan verifikasi data rekam jejak prestasi akademik (nilai rapor) yang diisikan Kepala Sekolah atau yang ditugasi Kepala Sekolah, data yang diisikan dianggap tidak benar dan tidak dapat diubah setelah waktu verifikasi berakhir.

Sementara persyaratan selanjutnya adalah siswa pendaftar SNMPTN 2019 harus merupakan siswa kelas terakhir (kelas 12) pada 2019 dan memiliki prestasi unggul.

Cara melihat pemeringkatan SNMPTN 2019

Mereka juga harus memperhatikan soal pemeringkatan SNMPTN 2019 sebelum mendaftar. Berikut cara melihat pemeringkatan SNMPTN 2019.

1. Pemeringkatan siswa dilakukan sistem Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) berdasarkan nilai mata pelajaran sebagai berikut:

a. Jurusan IPA: Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Kimia, Fisika, dan Biologi.

b. Jurusan IPS: Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Sosiologi, Ekonomi, dan Geografi.

c. Jurusan Bahasa: Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Sastra Indonesia, Antropologi, dan salah satu Bahasa Asing.

d. SMK: Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Kompetensi Keahlian (Teori Kejuruan dan Praktik Kejuruan).

“Pemeringkatan dan eligibilitas siswa dilakukan untuk setiap sekolah per jurusan yang didaftarkan di PDSS 2019 dan didasarkan pada isian data nilai oleh sekolah yang sudah diverifikasi oleh siswa, untuk mata pelajaran tercantum di laman www. snmptn.ac.id,” jelas Prof. Ravik.

2. Berdasarkan pemeringkatan prestasi akademik yang dilakukan LTMPT, siswa yang memenuhi syarat diizinkan untuk mendaftar SNMPTN 2019 dengan ketentuan Akreditasi Sekolah:

a. Akreditasi A : 40 % terbaik di sekolahnya;

b. Akreditasi B : 25 % terbaik di sekolahnya;

c. Akreditasi C dan lainnya 5 % terbaik di sekolahnya.

Cek akreditasi sekolah di sini.

Daftar PTN SNMPTN 2019

Berikut daftar PTN SNMPTN 2019 yang bisa dipilih para siswa beserta situs resminya.

  1. Universitas Syiah Kuala
  2. Universitas Malikussaleh
  3. Universitas Teuku Umar
  4. Universitas Samudera
  5. ISBI Aceh
  6. UIN AR-Raniry
  7. Universitas Sumatera Utara
  8. Universitas Negeri Medan
  9. UIN Sumatera Utara
  10. Universitas Riau
  11. UIN Sultan Syarif Kasim Riau
  12. Universitas Maritim Raja Ali Haji
  13. Universitas Andalas
  14. Universitas Negeri Padang
  15. ISI Padang Panjang
  16. Universitas Jambi
  17. Universitas Bengkulu
  18. Universitas Sriwijaya
  19. UIN Raden Fatah
  20. Universitas Bangka Belitung
  21. Universitas Lampung
  22. Institut Teknologi Sumatera
  23. Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  24. Universitas Indonesia
  25. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
  26. Universitas Negeri Jakarta
  27. UPN Veteran Jakarta
  28. Universitas Singaperbangsa Karawang
  29. Institut Teknologi Bandung
  30. Universitas Padjadjaran
  31. Universitas Pendidikan Indonesia
  32. ISBI Bandung
  33. UIN Sunan Gunung Djati Bandung
  34. Institut Pertanian Bogor
  35. Universitas Siliwangi
  36. Universitas Jenderal Soedirman
  37. Universitas Tidar
  38. Universitas Sebelas Maret
  39. ISI Surakarta
  40. Universitas Diponegoro
  41. Universitas Negeri Semarang
  42. UIN Walisongo Semarang
  43. Universitas Gadjah Mada
  44. Universitas Negeri Yogyakarta
  45. UPN Veteran Yogyakarta
  46. ISI Yogyakarta
  47. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
  48. Universitas Jember
  49. Universitas Brawijaya
  50. Universitas Negeri Malang
  51. UIN Malik Ibrahim Malang
  52. Universitas Airlangga
  53. Institut Teknologi Sepuluh Nopember
  54. Universitas Negeri Surabaya
  55. Universitas Trunojoyo Madura
  56. UPN Veteran Jawa Timur
  57. UIN Sunan Ampel Surabaya
  58. Universitas Tanjungpura
  59. Universitas Palangkaraya
  60. Universitas Lambung Mangkurat
  61. Universitas Mulawarman
  62. Institut Teknologi Kalimantan
  63. Universitas Borneo Tarakan
  64. Universitas Udayana
  65. Universitas Pendidikan Ganesha
  66. ISI Denpasar
  67. Universitas Mataram
  68. Universitas Nusa Cendana
  69. Universitas Timor
  70. Universitas Hasanuddin
  71. Universitas Negeri Makassar
  72. UIN Alauddin Makassar
  73. Universitas Sam Ratulangi
  74. Universitas Negeri Manado
  75. Universitas Tadulako
  76. Universitas Sulawesi Barat
  77. Universitas Haluoleo
  78. Universitas Negeri Gorontalo
  79. Universitas Sembilan Belas November Kolaka
  80. Universitas Pattimura
  81. Universitas Khairun
  82. Universitas Cenderawasih
  83. Universitas Musamus Merauke
  84. ISBI Tanah Papua
  85. Universitas Papua

6 Perbedaan SNMPTN SBMPTN 2019 Dibanding 2018

Sejumlah perubahan terjadi pada seleksi nasional masuk penerimaan perguruan tinggi negeri (SNMPTN) 2019.

Hal ini pula dengan seiiring penggantian penyelenggara SNMPTN 2019.

Setidaknya ada 6 perbedaan SNMPTN 2019 dibanding 2018. Perbedaan juga terjadi pada SBMPTN (seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri) 2019 dibandingkan tahun 2018.

Inilah 6 Perbedaan SNMPTN dan SBMPTN 2019 Dibanding 2018.

1. Ditangani oleh LMPT

Sebelumnya SNMPTN ditangani oleh panitia pelaksana, kali ini akan dilakukan oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT).

2. Persentase Jalur Penerimaan PTN Berubah.

Perbedaan selanjutnya adalah daya tampung masuk perguruan tinggi negeri (PTN) 2019 yang berbeda dengan tahun 2018.

Pada tahun 2018 kuota SNMPTN dan SBMPTN sama-sama memiliki persentase yang sama, minimal 30 persen.

Pada 2019 kuota SNMPTN minimal 20 persen dan SBMPTN 40 persen, sementara itu kuota daya tampung Mandiri PTN tidak ada perubahan yakni 30 persen.

3. Persentase Akreditasi Tiap Sekolah Berubah

Selain itu pada ketentuan penerimaan SNMPTN terdapat perbedaan presentase tiap sekolah dalam kategori akreditasi.

Pada sekolah dengan akreditasi A mengambil 40 persen terbaik di sekolahnya, akreditasi B mengambil 25 persen terbaik di sekolahnya dan akreditasi C lima persen terbaik di sekolahnya.

4. Jumlah Program Studi

Hal lainnya yang harus diperhatikan adalah jumlah program studi yang bisa diambil oleh peserta.

Apabila pada tahun 2018 peserta bisa mengambil maksimal tiga program studi, saat ini peserta hanya bisa mengambil maksimal dua program studi yang berasal dari PTN sama atau berbeda.

5. Sistem Tes Berbasis Komputer

Begitu pula pada jalur tes ujian tulis berbasis komputer (UTBK) yang sebelumnya adalah ujian tulis berbasis cetak (UTBC).

6. Materi Ujian Dipersimpit

Materi ujian pun dipersempit menjadi Tes Potensi Skolastik (TPS) dan Tes Kompetensi Akademik (TKA).

Sebelumnya terdapat tiga materi tes yakni TKPA, TKD Saintek, TKD Soshum.

Tes Dulu Pilih PTN Kemudian

Sebelumnya diberitakan, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi ( Kemenristekdikti) telah menetapkan kebijakan baru terkait Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri ( PTN) Tahun 2019.

Menteri Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi ( Menristekdikti) Mohamad Nasir dalam konferensi pers Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri 2019 di Ruang Sidang Utama, Gedung D Kemenristekdikti (22/10/2018) menyebutkan terdapat sejumlah ketentuan baru yang berbeda dari tahun sebelumnya, termasuk sistem tes yang dilakukan peserta sebelum mendaftar ke PTN.

Kebijakan tersebut terkait pengembangan model dan proses seleksi berstandar nasional dan mengacu pada prinsip adil, transparan,fleksibel, efisien, akuntabel serta sesuai perkembangan teknologi informasi di era digital.

1. Institusi LTMPT

Untuk itu mulai tahun 2019 Kemenristekdikti akan memberlakukan kebijakan di bidang seleksi penerimaan mahasiswa baru yang dilaksanakan oleh institusi bernama Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT).

LTMPT merupakan lembaga nirlaba penyelenggara tes masuk Perguruan Tinggi (PT) bagi calon mahasiswa baru. LTMPT berfungsi:

2. Tes dulu, dapat nilai, daftar PTN

Tahun 2019 mendatang Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri diselenggarakan oleh institusi bernama Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), dan sistem pelaksanaannya pun berbeda.

“Kalau tahun sebelumnya peserta daftar dulu baru tes, maka ketentuan di tahun 2019 adalah tes dulu kemudian dapat nilai. Nah nilai tersebut dipakai untuk mendaftar ke perguruan tinggi negeri,” ungkap Menteri Nasir.

3. Hanya ada 1 model tes

Menristek menambahkan, pelaksanaan SBMPTN 2019 hanya ada satu metode tes yaitu Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK).

Mulai tahun mendatang metode Ujian Tulis Berbasis Cetak (UTBC) ditiadakan dan UTBK berbasis Android sementara belum diterapkan (masih dikembangkan).

4. Ada 2 materi tes

Lebih lanjut Menteri Nasir menjelaskan pola seleksi masuk PTN tahun 2019 tetap akan dilaksanakan melalui dua materi tes, yakni Tes Potensi Skolastik (TPS) dan Tes Kompetensi Akademik (TKA).

Untuk soal TKA, lanjut Menristek, tetap akan menggunakan pilihan Ujian Sains dan Teknologi (Saintek) serta Sosial Humaniora (Soshum).

5. Bisa melakukan tes 2 kali

Ketua Panitia SBMPTN 2018 sekaligus Rektor Universitas Sebelas Maret Ravik Karsidi menyebutkan, Peserta Tes Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri 2019 dapat mengikuti UTBK maksimal sebanyak dua kali, dengan membayar uang pendaftaran UTBK sebanyak Rp. 200.000 pada setiap tes.

Ia menambahkan peserta dapat menggunakan nilai tertingginya dalam mendaftar program studi yang diinginkan, pada dua kali UTBK, dengan jenis soal akan sama, namun pertanyaannya akan berbeda.

Ia menyebutkan, hal ini bertujuan menjaring calon mahasiswa berkualitas serta sesuai perkembangan teknologi informasi di era digital.

6. UTBK diselenggarakan 24 kali

Ravik menambahkan, UTBK akan dilakukan sebanyak 24 kali dalam setahun.

“Kami akan menyelenggarakan UTBK selama 24 kali dalam setahun, dalam waktu 12 hari yakni Sabtu dan Minggu,” jelasnya.

Pelaksanaan SBMPTN akan dilaksanakan bulan Maret 2019 dan akan serentak dimulai Pk. 08.00 dan Pk. 13.00 tambahnya.

Lebih lanjut Menteri Nasir menjelaskan pola seleksi masuk PTN tahun 2019 tetap akan dilaksanakan melalui tiga jalur yaitu, yakni SNMPTN, SBMPTN dan Ujian Mandiri, dengan masing-masing daya tampung SNMPTN minimal 20%, SBMPTN minimal 40% dan Seleksi Mandiri maksimal 30% dari kuota daya tampung tiap prodi di PTN.

Tinggalkan komentar