Awali Karirmu Dengan Membahagiakan Orangtua

2 min read

Awali Karirmu Dengan Membahagiakan Orangtua

itseenews.comMembahagiakan orang tua sudah menjadi kewajiban bagi setiap anak. Karena bagaimanapun, pasti ada peran dari orang tua sejak anak tumbuh dan berkembang hingga meraih sukses dalam karier dan kehidupannya.

Dari sejak bayi, mulai berjalan, sekolah, kuliah hingga bekerja pasti akan butuh bantuan orang tua. Bahkan ketika sang anak memutuskan untuk menikah dengan pilihan hatinya, tetap butuh bantuan orang tua.

Awali Karirmu Dengan Membahagiakan Orangtua

memulai karir juga tak lepas dari peran orangtua yang selalu mendukung kita setiap saat. Mungkin saat ini kamu bukanlah pribadi yang memiliki banyak waktu luang. Jangankan menyempatkan diri mengobrol bersama keluarga, meluangkan waktu untuk diri sendiri saja rasanya begitu susah.

karir tetap kita jalani tetapi jangan sampai lupa dengan orangtua, melihat orangtua tersenyum saat kita sukses tentu akan membuat bangga untuk itu mulai sekarang bagagiakanlah orangtuamu. setuju ?

Ayah-Ibu sudah semakin senja, tidak inginkah kamu menorehkan senyum di wajah mereka?

Jika mau sedikit saja membuka corong ingatan, tentu akan ada sangat banyak jejak perjuangan orangtuamu di dalam sana. Baju yang kamu kenakan kini, rumah yang di tinggali hingga saat ini, bahkan sampai lembaran ijazah dengan namamu itu semua adalah bukti rasa cinta mereka kepada anaknya. Sebisa mungkin orangtua selalu berusaha memberikan kenyamanan kepada darah daging yang begitu dikasihi.

Kini anaknya yang mungil sudah bermetamorfosis jadi pria atau wanita dewasa. Kamu juga telah memiliki kemampuan untuk membahagiakan mereka. Di tubuh yang semakin sudah renta, mereka butuh pundakmu yang kuat untuk bersandar hingga waktu menutup mata itu tiba. Isilah kesempatan itu dengan usaha sebaik-baiknya.

Segera selesaikan tanggung jawab akademikmu

Segera selesaikan tanggung jawab akademikmu

Untuk pembaca yang masih berkuliah, khususnya yang sudah semester tua (akhir): segera selesaikan skripsimu. Jangan gunakan skripsi atau tugas akhir (TA) sebagai alasan penghambat kelulusan kalian. Kita molor lulus kuliah hanya ada satu alasan yaitu terlalu banyak alasan.

Salah satu cara membahagiakan orang tua, selain dengan pemberian materi adalah memberikan kabar bahwa bulan depan kita akan diwisuda. Jadi, berhenti menghabiskan waktu untuk nongkrong di kafe dan mulai kerjakan skripsimu. Orangtuamu tidak butuh kumpulan foto karcis bioskop yang ada di handphone-mu. Beliau hanya ingin foto dirimu yang sudah mengenakan toga.

Jangan Banyak Menuntut

Pernakah kita berfikir mengenai berapa banyak uang orangtua yang sudah kita habiskan selama hidup di dunia? Jika belum pernah, silahkan dihitung, meskipun hanya sekedar hitungan kasar. Kalau mau jujur, sudah puluhan bahkan ratusan juta rupiah uang orangtua yang kita habiskan, dan terkadang kita masih mengeluh dan berkata, “Ibu pelit nggak mau beliin aku motor baru.”

Ingat, orangtua sudah merawat dan memberi kita kehidupan. Kalau kita masih ngambek hanya karena orangtua tidak memberikan barang yang kita inginkan, penulis anjurkan mari kita bercermin di depan kaca dan berucap, “Apakah saya masih waras?”

Tujuan penulis menganjurkan hal ini adalah agar kita tidak banyak menuntut kepada kedua orangtua kita. Penulis merasa miris melihat realitas sosial di sekitar. Banyak anak sekolah yang menuntut macam-macam kepada kedua orangtuanya. Bahkan, banyak kasus anak membolos sekolah karena tidak dibelikan sepeda motor oleh orangtuanya.

Hal ini tidak lepas dari tontonan televisi yang sudah tidak mendidik. Menurut Maman Suherman, atau kerap disapa Kang Maman, pengamat media, hampir 70% konten televisi bersifat Jakarta-Centris yang artinya televisi banyak menampilkan budaya hedonis dan konsumtif a la masyarakat perkotaan. Jadi, untuk pembaca yang masih menempuh jenjang akademik, kurangi nonton Si Boy dan belajarlah dengan giat. Raih cita-citamu dan balas jasa kedua orangtuamu.

Mereka butuh kehadiranmu

Mereka butuh kehadiranmu

Penulis yakin banyak dari pembaca yang saat ini sudah bekerja atau berkuliah. Terkadang aktivitas kita di luar rumah cukup menguras waktu banyak, sehingga mengurangi interaksi kita dengan orangtua.

Penulis menyadari betul jadwal rapat, entah itu di kampus atau di kantor, sulit untuk ditinggalkan. Tapi, penulis sarankan sempatkanlah meluangkan waktu untuk berinteraksi dengan kedua orangtuamu. Interaksi ini begitu penting untuk membangun dan menghangatkan kembali hubungan antara anak dan orangtua.

Jangan sampai, kita menganggap obrolan dengan orangtua itu merupakan hal yang sia-sia. Jika kelak kita sudah ditinggalkan oleh kedua orangtua kita, maka kita akan menyesal betapa berharganya momen itu. Momen dimana kita biasa ditanya mengenai: pekerjaan kita, sudah makan apa belum dan pertanyaan lain yang sering terlontar dari kedua orangtua kita.

Membahagiakan mereka adalah kewajiban yang harus dituntaskan selagi masih ada

Kesibukan melakoni pekerjaan atau tugas kuliah tak ayal membuatmu tak lagi cukup waktu untuk bercengkerama dengan orangtua. Sepulangnya kamu dari segala aktivitas harian, hal yang paling diinginkan adalah selimut hangat dan empuknya peraduan. Kamu lupa, bahwa mereka ingin pula kamu ajak bicara, mendengarkan cerita anaknya.

Di akhir pekan pun kamu sudah sibuk dengan aneka janji pergi bersama teman terdekat atau pasangan. Menghabiskan malam sampai pagi hari dilakukan, demi melepas penat karena harus berjibaku dengan target pekerjaan yang memusingkan. Lagi-lagi kamu lupa, bahwa di rumah sana ada orangtua yang kebahagiaannya menjadi tugasmu yang tidak boleh terlupa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *