rahmad jazuli Seorang Yang Senang Mengoptimasi Seo Blogger Dan Wordpress Sejak 2016, suka dengan berbagai bidang Dunia IT. Terimakasih Sudah Membaca Artikel Di website ini.

2,4 Juta Data Pengguna Blur Password Manager Bocor

56 sec read

2,4 Juta Data Pengguna Blur Password Manager Bocor
2,4 Juta Data Pengguna Blur Password Manager Bocor
Blur Password Manager Bocor

2,4 Juta Data Pengguna Blur Password Manager Bocor – Perusahaan pembesut Blur Password Manager dan layanan perlindungan privasi DeleteMe, Abine, mengaku tidak sengaja mengeksploitasi data yang berkaitan dengan 2,4 juta data penggunanya.

Mengutip laman Silicon Angle, Jumat (4/1/2019), data pemulihan itu salah tentang layanan penyimpanan berbasis cloud AWS buatan Amazon.

Pernyataan tersebut diumumkan pada 31 Desember 2018. Sementara file dengan data pengguna ditemukan dua minggu sebelumnya, pada 13 Desember 2018.

Data dalam file terkait dengan pengguna Blur yang telah mendaftar sebelum 6 Januari 2018. File tersebut berisikan nama pengguna, email, petunjuk kata sandi, dan alamat IP terakhir yang digunakan untuk log in ke Blur.

2,4 Juta Data Pengguna Blur Password Manager Bocor
USER DAN PASSWORD

Password juga ada dalam file itu tetapi dienkripsi untuk setiap pengguna. Kunci keamanan tidak termasuk ke dalam dokumen yang terkespos.

“Tidak ada yang membuktikan nama pengguna dan kata sandi yang terekspos ini telah diakses,” kata Abine dalam rilisnya.

Himbauan kepada pengguna Blur

Meskipun tidak menemukan bukti bahwa dokumen tersebut telah diakses, Abine tetap memperingatkan pengguna agar mengatur ulang kata sandi utama mereka untuk mengakses Blur.

Pengguna pun diminta untuk menambahkan otentikasi tambahan sebagai tindakan keamanan.

Untuk dikethui, Blur bukan pengelola kata sandi pertama yang memiliki masalah keamanan. Layanan Serupa, LastPass, telah diretas pada 2015, sebelum akhirnya dirilis patch berhasil pada 2017.

Kecerobohan

Berbeda dengan LastPass yang secara sengaja menjadi target peretasan, insiden yang menimpa Abine merupakan tindakan ceroboh.

Abine sebagai perusahaan yang fokus pada privasi dan keamanan mengakui insiden ini sangat memalukan baginya.

“Insiden ini seharusnya tidak terjadi dan kami mengecewakan pengguna. Kami meminta maaf dan akan bekerja keras untuk merespons hal ini serta memastikan kejadian serupa tidak terulang lagi,” ungkap Abine.

rahmad jazuli Seorang Yang Senang Mengoptimasi Seo Blogger Dan Wordpress Sejak 2016, suka dengan berbagai bidang Dunia IT. Terimakasih Sudah Membaca Artikel Di website ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *